indahnya syurga 
Sunday, 25 March 2012 00:17 | 00:17 | 0 Love
umat, 25 Maret 2011 - 15:56:59 WIB
Indahnya Surga
Kategori: Buletin Al-Munir - Dibaca: 588 kali
Begitu indah dan menyenangkan surga Allah Ta'ala bagi jiwa-jiwa anak manusia yang diberi hati dan akal yang jernih, karena didalamnya terdapat kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara, luasnya tempat yang tidak bisa diukur oleh manusia, keindahan yang sangat menyilaukan dan mengagumkan serta kelezatan yang tidak dapat menandinginya segala kenikmatan dunia. Di antara kenikmatan dan keindahan surga bagi para penghuninya : Dapat melihat wajah Allah Subhanahu Wa Ta'ala Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ .إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. ( Qs: Al - Qiyaamah : 22-23). Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersabda : “Sesungguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini dimana kalian tidak akan terhalangi sedikitpun dalam melihat Allah “ (HR. Bukhari dan Muslim ) Orang yang Pertama Kali Masuk ke dalam Surga Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu , ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Aku akan mendatangi pintu surga di hari kiamat kelak, lalu aku minta agar dibukakan. Penjaga pintu bertanya : ‘Siapakah engkau ?’. Aku menjawab : ‘Aku adalah Muhammad’. Ia berkata : ‘Hanya denganmu aku diperintahkan (agar) aku tidak membukanya untuk siapapun sebelummu” [HR. Muslim no. 188]. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga dalam rupa seperti bulan purnama. Adapun rombongan setelah mereka dalam rupa bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Tidaklah mereka buang air kecil, buang air besar, beringus, dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka adalah misk (minyak wangi), mijmar (wadah minyak wangi) mereka adalah kayu gaharu India, istri-istri mereka adalah para bidadari, dan bentuk tubuh mereka semua sama, yaitu seperti bentuk tubuh ayah mereka Adam sepanjang enam puluh hasta menjulang ke langit”.[Muttafaqun ‘alaih]. Pintu-Pintu Surga Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa yang menginfakkan hartanya (budak, kuda, atau onta) di jalan Allah, niscaya ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga : ‘Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Barangsiapa termasuk orang yang giat mengerjakan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk orang yang berjihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk orang yang rajin berpuasa, ia akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyaan. Dan barangsiapa termasuk orang yang gemar bershadaqah, maka ia akan dipanggil dari pintu shadaqah”. (Mendengar itu) Abu Bakr Ash-Shiddiiq t berkata : “Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, sungguh tidak ada kesedihan sedikitpun bagi orang yang dipanggil oleh pintu-pintu tersebut. (Namun) apakah ada seorang yang dipanggil oleh semua pintu tersebut ?”. Beliau menjawab : “Ya ada, dan aku berharap engkau salah seorang di antaranya”.[Muttafaqun ‘alaih]. Tidak Ada Kematian di dalam Surga Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhumaa : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Apabila penduduk surga telah memasuki surga, maka seorang penyeru menyerukan : ‘Sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati selamanya, akan tetap sehat dan tidak akan sakit selamanya, akan tetap muda dan tidak akan menjadi tua selamanya, serta akan tetap mendapat kenikmatan dan tidak akan mendapatkan kesusahan selamanya”.[ HR. Muslim]. Berbagai Macam Kedudukan dan Tingkatan dalam Surga Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam , beliau bersabda : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan Ramadlan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke dalam surga. Ia berhijrah di jalan-Nya atau tetap tinggal di negeri tempat ia dilahirkan”. Para shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah kami boleh memberitahu orang-orang mengenai hal itu ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta (berdoa) kepada Allah, maka mintalah Firdaus yang tertinggi. Sesungguhnya ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman (Allah). Dari sanalah sungai-sungai surga mengalir”. [HR. Bukhari. Lihat dalam Manaazilul-Jannah – juga – Shahiihul-Jaami’ no. 7873.]. Sifat Penduduk Surga Dari Mu’aadz bin Jabal radhiallahu anhu : Bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Akan masuk sekelompok orang ke dalam surga dalam keadaan rambut mereka pendek lagi jarang, seakan-akan mata mereka bercelak. Usia mereka tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun”.[Shahiihul-Jaami’ no. 7928]. Dan dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda : “Seorang mukmin akan diberi kemampuan sekian dan sekian, yaitu dalam hal jima’”. Dikatakan : “Wahai Rasulullah, apakah ia mampu melakukannya ?” Beliau bersabda : “Ia diberikan kemampuan semisal seratus orang lak-laki”.[Shahiihul-Jaami’ no. 7962]. Dan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Barangsiapa yang masuk surga, ia akan diberikan kenikmatan tanpa ada kesusahan, tidak menjadi usang/lusuh baju (yang dipakainya), dan tidak pula hilang kebugarannya”.[HR. Muslim]. Wanita Penduduk Surga Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Berangkat pagi-pagi atau siang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan sungguh, satu jarak busur kalian di surga atau tempat kait – yaitu di bagian tengahnya – lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan apabila wanita penduduk surga (bidadari) menampakkan diri kepada penduduk dunia, niscaya cahaya tubuhnya akan menerangi antara keduanya; serta bumi akan dipenuhi oleh keharuman baunya. Dan sungguh, penutup kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan seisinya”.[HR. Bukhari ]. Makanan dan Minuman Penduduk Surga Dari Jabir radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Penduduk surga makan dan minum di dalamnya, tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak pula buang air kecil. Namun makanan mereka itu adalah sendawa yang baunya seperti percikan misk. Mereka diilhami untuk bertasbih sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas”.[HR. Muslim]. Dan dari Mu’awiyyah bin Haidah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Sesungguhnya di surga terdapat lautan air, lautan madu, lautan susu, dan lautan khamr; dan kemudian bercabang menjadi sungai-sungai”.[Shahiihul-Jaami’ no. 2118]. Kamar-Kamar Surga Dari Abu Malik Al-Asyariy radhiallahu anhu : Bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang dapat dilihat bagian luarnya dari dalam, dan bagian dalamnya dari luar; yang disediakan Allah bagi orang yang memberikan makanan, melembutkan ucapan, selalu berpuasa, dan mengerjakan shalat malam saat orang-orang tidur lelap”.[ Shahiihul-Jaami’ no. 2119]. Kemah-Kemah, Taman-Taman, dan Debu-Debu Surga Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya bagi seorang mukmin diberikan satu kemah di surga yang terbuat dari mutiara yang berongga. Panjangnya enam puluh mil. Dan bagi seorang mukmin disediakan beberapa orang istri yang selalu digilirnya, dimana masing-masing (istri itu) tidak bisa melihat satu dengan yang lainnya”.[Muttafaqun ‘alaihi]. Dan dalam hadits Isra’ : Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam , beliau bersabda : “….kemudian Jibriil berjalan bersamaku hingga kami sampai di Sidratul-Muntahaa. Ternyata ia dilingkupi oleh warna-warni yang aku tidak tahu apa itu”. Beliau berkata : “Kemudian aku dimasukkan ke surga, yang ternyata di dalamnya ada kemah-kemah dan kubah-kubah dari mutiara. Dan debunya terbuat dari misk”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda : “Dua buah surga terbuat dari perak, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Dua buah surga terbuat dari emas, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Tidaklah ada (penghalang) antara satu kaum dengan pandangan mereka kepada Rabb mereka kecuali selendang kebesaran di wajah-Nya di surga ‘Adn”.[Muttafaqun ‘alaihi] Pohon-Pohonnya Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Tidaklah ada satu pohon pun di surga kecuali batangnya terbuat dari emas”. [Shahiihul-Jaami’ no. 5523]. Pasarnya Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya di surga terdapat pasar yang diramaikan hanya pada hari Jum’at. Maka ketika itu angin berhembus dari arah utara dan menerpa wajah-wajah dan pakaian mereka sehingga menambah indah dan rupawan. Mereka pun kembali pada keluarga mereka yang juga bertambah indah dan rupawan. Keluarga mereka berkata : ‘Demi Allah, sungguh engkau bertambah indah dan rupawan’. Mereka pun berkata : ‘Dan kalian, demi Allah, juga bertambah indah dan rupawan”.[HR. Muslim]. Istana-Istananya. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Aku pernah masuk ke surga, yang ternyata di dalamnya terdapat istana dari emas. Aku bertanya : ‘Untuk siapakah ini ?’. Mereka berkata : ‘Untuk seorang laki-laki dari Quraisy’. Aku menyangka bahwa akulah orang tersebut. Lalu aku pun kembali bertanya : ‘Siapakah ia ?’. Mereka menjawab : ‘’Umar bin Al-Khaththaab’. Tidak ada yang menghalangiku untuk memasukinya wahai Ibnul-Khaththaab, kecuali apa yang aku ketahui dari kecemburuanmu”. ‘Umar berkata : “Apakah aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah ?!”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Kemuliaan yang Paling Besar di Surga Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu anhu , ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga dan penduduk neraka telah masuk neraka, berserulah seorang penyeru : ‘Wahai penduduk surga, sesungguhnya kalian mempunyai janji di sisi Allah yang Ia ingin tunaikan kepada kalian’. Mereka berkata : ‘Apakah itu ? Bukankah Allah telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memutihkan wajah-wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga, dan menyelamatkan kami dari api neraka ?’. Maka disingkapkanlah hijab, lalu mereka melihat-Nya. Maka demi Allah, tidak ada sesuatupun yang Allah berikan kepada mereka yang lebih dicintai oleh mereka dan lebih menyenangkan mereka daripada melihat kepada wajah-Nya”. [Shahiihul-Jaami’ no. 535. Lihat Syarh Al-‘Aqiidah Ath-Thahaawiyyah hal. 144 dan Mawaaridudh-Dham’aan li-Duruusiz-Zamaan 4/131-136]. Demikian, sebagian kenikmatan surga yang dapat kami tuliskan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memasukkan kita ke dalam surgaNya. Amin. Wallahu A’lam. Maraji’: Kitab Al-Jannah, Na’iimuhaa Wath-ThariiquI Ilaihaa” , Oleh : Asy-Syaikh ‘Aliy bin Hasan Al-Halabiy Al-Atsariy ; abul-jauzaa.blogspot.com dan lainnya Labels: siti nur maisarah
|
indahnya syurga 
Sunday, 25 March 2012 00:17 | 00:17 | 0 Love
umat, 25 Maret 2011 - 15:56:59 WIB
Indahnya Surga
Kategori: Buletin Al-Munir - Dibaca: 588 kali
Begitu indah dan menyenangkan surga Allah Ta'ala bagi jiwa-jiwa anak manusia yang diberi hati dan akal yang jernih, karena didalamnya terdapat kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara, luasnya tempat yang tidak bisa diukur oleh manusia, keindahan yang sangat menyilaukan dan mengagumkan serta kelezatan yang tidak dapat menandinginya segala kenikmatan dunia. Di antara kenikmatan dan keindahan surga bagi para penghuninya : Dapat melihat wajah Allah Subhanahu Wa Ta'ala Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ .إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. ( Qs: Al - Qiyaamah : 22-23). Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersabda : “Sesungguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini dimana kalian tidak akan terhalangi sedikitpun dalam melihat Allah “ (HR. Bukhari dan Muslim ) Orang yang Pertama Kali Masuk ke dalam Surga Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu , ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Aku akan mendatangi pintu surga di hari kiamat kelak, lalu aku minta agar dibukakan. Penjaga pintu bertanya : ‘Siapakah engkau ?’. Aku menjawab : ‘Aku adalah Muhammad’. Ia berkata : ‘Hanya denganmu aku diperintahkan (agar) aku tidak membukanya untuk siapapun sebelummu” [HR. Muslim no. 188]. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga dalam rupa seperti bulan purnama. Adapun rombongan setelah mereka dalam rupa bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Tidaklah mereka buang air kecil, buang air besar, beringus, dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka adalah misk (minyak wangi), mijmar (wadah minyak wangi) mereka adalah kayu gaharu India, istri-istri mereka adalah para bidadari, dan bentuk tubuh mereka semua sama, yaitu seperti bentuk tubuh ayah mereka Adam sepanjang enam puluh hasta menjulang ke langit”.[Muttafaqun ‘alaih]. Pintu-Pintu Surga Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa yang menginfakkan hartanya (budak, kuda, atau onta) di jalan Allah, niscaya ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga : ‘Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Barangsiapa termasuk orang yang giat mengerjakan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk orang yang berjihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk orang yang rajin berpuasa, ia akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyaan. Dan barangsiapa termasuk orang yang gemar bershadaqah, maka ia akan dipanggil dari pintu shadaqah”. (Mendengar itu) Abu Bakr Ash-Shiddiiq t berkata : “Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, sungguh tidak ada kesedihan sedikitpun bagi orang yang dipanggil oleh pintu-pintu tersebut. (Namun) apakah ada seorang yang dipanggil oleh semua pintu tersebut ?”. Beliau menjawab : “Ya ada, dan aku berharap engkau salah seorang di antaranya”.[Muttafaqun ‘alaih]. Tidak Ada Kematian di dalam Surga Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhumaa : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Apabila penduduk surga telah memasuki surga, maka seorang penyeru menyerukan : ‘Sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati selamanya, akan tetap sehat dan tidak akan sakit selamanya, akan tetap muda dan tidak akan menjadi tua selamanya, serta akan tetap mendapat kenikmatan dan tidak akan mendapatkan kesusahan selamanya”.[ HR. Muslim]. Berbagai Macam Kedudukan dan Tingkatan dalam Surga Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam , beliau bersabda : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan Ramadlan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke dalam surga. Ia berhijrah di jalan-Nya atau tetap tinggal di negeri tempat ia dilahirkan”. Para shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah kami boleh memberitahu orang-orang mengenai hal itu ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta (berdoa) kepada Allah, maka mintalah Firdaus yang tertinggi. Sesungguhnya ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman (Allah). Dari sanalah sungai-sungai surga mengalir”. [HR. Bukhari. Lihat dalam Manaazilul-Jannah – juga – Shahiihul-Jaami’ no. 7873.]. Sifat Penduduk Surga Dari Mu’aadz bin Jabal radhiallahu anhu : Bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Akan masuk sekelompok orang ke dalam surga dalam keadaan rambut mereka pendek lagi jarang, seakan-akan mata mereka bercelak. Usia mereka tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun”.[Shahiihul-Jaami’ no. 7928]. Dan dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda : “Seorang mukmin akan diberi kemampuan sekian dan sekian, yaitu dalam hal jima’”. Dikatakan : “Wahai Rasulullah, apakah ia mampu melakukannya ?” Beliau bersabda : “Ia diberikan kemampuan semisal seratus orang lak-laki”.[Shahiihul-Jaami’ no. 7962]. Dan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Barangsiapa yang masuk surga, ia akan diberikan kenikmatan tanpa ada kesusahan, tidak menjadi usang/lusuh baju (yang dipakainya), dan tidak pula hilang kebugarannya”.[HR. Muslim]. Wanita Penduduk Surga Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Berangkat pagi-pagi atau siang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan sungguh, satu jarak busur kalian di surga atau tempat kait – yaitu di bagian tengahnya – lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan apabila wanita penduduk surga (bidadari) menampakkan diri kepada penduduk dunia, niscaya cahaya tubuhnya akan menerangi antara keduanya; serta bumi akan dipenuhi oleh keharuman baunya. Dan sungguh, penutup kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan seisinya”.[HR. Bukhari ]. Makanan dan Minuman Penduduk Surga Dari Jabir radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Penduduk surga makan dan minum di dalamnya, tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak pula buang air kecil. Namun makanan mereka itu adalah sendawa yang baunya seperti percikan misk. Mereka diilhami untuk bertasbih sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas”.[HR. Muslim]. Dan dari Mu’awiyyah bin Haidah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Sesungguhnya di surga terdapat lautan air, lautan madu, lautan susu, dan lautan khamr; dan kemudian bercabang menjadi sungai-sungai”.[Shahiihul-Jaami’ no. 2118]. Kamar-Kamar Surga Dari Abu Malik Al-Asyariy radhiallahu anhu : Bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang dapat dilihat bagian luarnya dari dalam, dan bagian dalamnya dari luar; yang disediakan Allah bagi orang yang memberikan makanan, melembutkan ucapan, selalu berpuasa, dan mengerjakan shalat malam saat orang-orang tidur lelap”.[ Shahiihul-Jaami’ no. 2119]. Kemah-Kemah, Taman-Taman, dan Debu-Debu Surga Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya bagi seorang mukmin diberikan satu kemah di surga yang terbuat dari mutiara yang berongga. Panjangnya enam puluh mil. Dan bagi seorang mukmin disediakan beberapa orang istri yang selalu digilirnya, dimana masing-masing (istri itu) tidak bisa melihat satu dengan yang lainnya”.[Muttafaqun ‘alaihi]. Dan dalam hadits Isra’ : Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam , beliau bersabda : “….kemudian Jibriil berjalan bersamaku hingga kami sampai di Sidratul-Muntahaa. Ternyata ia dilingkupi oleh warna-warni yang aku tidak tahu apa itu”. Beliau berkata : “Kemudian aku dimasukkan ke surga, yang ternyata di dalamnya ada kemah-kemah dan kubah-kubah dari mutiara. Dan debunya terbuat dari misk”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda : “Dua buah surga terbuat dari perak, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Dua buah surga terbuat dari emas, juga bejana-bejana dan segala yang terdapat di dalamnya. Tidaklah ada (penghalang) antara satu kaum dengan pandangan mereka kepada Rabb mereka kecuali selendang kebesaran di wajah-Nya di surga ‘Adn”.[Muttafaqun ‘alaihi] Pohon-Pohonnya Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Tidaklah ada satu pohon pun di surga kecuali batangnya terbuat dari emas”. [Shahiihul-Jaami’ no. 5523]. Pasarnya Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya di surga terdapat pasar yang diramaikan hanya pada hari Jum’at. Maka ketika itu angin berhembus dari arah utara dan menerpa wajah-wajah dan pakaian mereka sehingga menambah indah dan rupawan. Mereka pun kembali pada keluarga mereka yang juga bertambah indah dan rupawan. Keluarga mereka berkata : ‘Demi Allah, sungguh engkau bertambah indah dan rupawan’. Mereka pun berkata : ‘Dan kalian, demi Allah, juga bertambah indah dan rupawan”.[HR. Muslim]. Istana-Istananya. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Aku pernah masuk ke surga, yang ternyata di dalamnya terdapat istana dari emas. Aku bertanya : ‘Untuk siapakah ini ?’. Mereka berkata : ‘Untuk seorang laki-laki dari Quraisy’. Aku menyangka bahwa akulah orang tersebut. Lalu aku pun kembali bertanya : ‘Siapakah ia ?’. Mereka menjawab : ‘’Umar bin Al-Khaththaab’. Tidak ada yang menghalangiku untuk memasukinya wahai Ibnul-Khaththaab, kecuali apa yang aku ketahui dari kecemburuanmu”. ‘Umar berkata : “Apakah aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah ?!”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Kemuliaan yang Paling Besar di Surga Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu anhu , ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : “Apabila penduduk surga telah masuk ke dalam surga dan penduduk neraka telah masuk neraka, berserulah seorang penyeru : ‘Wahai penduduk surga, sesungguhnya kalian mempunyai janji di sisi Allah yang Ia ingin tunaikan kepada kalian’. Mereka berkata : ‘Apakah itu ? Bukankah Allah telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memutihkan wajah-wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga, dan menyelamatkan kami dari api neraka ?’. Maka disingkapkanlah hijab, lalu mereka melihat-Nya. Maka demi Allah, tidak ada sesuatupun yang Allah berikan kepada mereka yang lebih dicintai oleh mereka dan lebih menyenangkan mereka daripada melihat kepada wajah-Nya”. [Shahiihul-Jaami’ no. 535. Lihat Syarh Al-‘Aqiidah Ath-Thahaawiyyah hal. 144 dan Mawaaridudh-Dham’aan li-Duruusiz-Zamaan 4/131-136]. Demikian, sebagian kenikmatan surga yang dapat kami tuliskan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memasukkan kita ke dalam surgaNya. Amin. Wallahu A’lam. Maraji’: Kitab Al-Jannah, Na’iimuhaa Wath-ThariiquI Ilaihaa” , Oleh : Asy-Syaikh ‘Aliy bin Hasan Al-Halabiy Al-Atsariy ; abul-jauzaa.blogspot.com dan lainnya Labels: siti nur maisarah
|
All About Us 

Hello Fellas! Big smile for you! yes you're someone in front of monitor!
Hi Everybody ! This our blog . This blog is belong to Bean , Aleen , Aleesha ,Lia , Ani , Ainul , Nisha , Scha , Haziqah , Anizah , Anis , Mai , Najwa and Teah . This blog is a school assignment given by teacher for to do . So , do stalk do follow okay ? Thnakyou :)
-
|
Tagboard 

|
Creditos 

Skin made by Basecode by Lettha Zonzuan. Template by; N.N. Re-edited by Sabrina Johan. background and images from Applepine favicon from Drika banner by Adobe Photoshop CS4
Best view in Google Chrome and Mozilla Firefox.
|